Kenaikan Harga BBM Subsidi dan Potensi Industri Pariwisata Daerah

Presiden jokowi mengumumkan secara resmi kenaikan harga bbm bersubsidi minggu lalu. Dengan dalih pengalihan subsidi ke sektor yang lebih produktif, kini solar dibanderol 7500 per liter naik Rp 2000 per liter, premium pun serupa naik Rp 2000 per liter menjadi Rp 8500. Efek kenaikan BBM bersubsidi berdampak pada seluruh sendi perekonomian. Sektor transportasi tentunya yang paling terpukul. Hal ini mengingat hampir separuh biaya produksi mereka adalah BBM. Sektor lain yang memanfaatkan transportasi sebagai pendukung, otomatis juga mengalami cost push inflation. Tak terkecuali sektor pariwisata.
Sektor pariwisata mengalami dampak kenaikan bbm dikarenakan wisatawan menggunakan alat transportasi untuk mobilitas menuju tempat wisata. Mungkin belum ada data yang mempublish realita bahwa transaksi keuangan di sektor ini mengalami koreksi. Namun secara psikologis wisatawan akan menunda keinginan berwisata karena pendapatan riil mereka turun. Padahal kenutuhan rekreasi sekarang telah menjadi barang primer bagi sebagian penduduk. Tidak bisa dihilangkan namun bisa diganti setidaknya lokasi wisatanya.

dTr8yaLT9

Pada kondisi seperti ini pemerintah daerah harus memanfaatkan momentum yang ada. Pemerintah daerah harus berinisiatif dan berinovasi untuk mempertahankan level happines warganya yang terdampak kenaikan bbm bersubsidi. Salah satu caranya adalah dengan menggelar event-event lokal yang setidaknya bisa menjadi tujuan alternatif bagi warganya yang ingin berekreasi. Dibanding berekreasi keluar daerah yang membutuhkan sarana mobilitas yang terdampak kenaikan bbm bersubsidi, pastinya event pariwisata lokal akan menjadi sarana relaksasi realisistis yang bisa diakses. Beberapa contoh event ini seperti culinary night yang sudah reguler diselenggarakan pemkot bandung, bisa juga festival seni budaya dan fashion yang sedang berlangsung di ujung timur provinsi jawa timur, midnight sale juga bisa dijadikan pilihan, atau car free day yang sudah terbukti berhasil menjadi ajang hiburan dan promosi di banyak kota.

48

Ragam bentuk kegiatan diatas tidak hanya berhenti sebatas menggemberikan warganya. Ajang-ajang tersebut bisa juga dijadikan sebagai sarana aktualisasi diri. Bagi penggila seni dan komunitas hobi bisa unjuk kebolehan pada tiap event tersebut. Manfaat yang jauh lebih lagi adalah pemberdayaan ekonomi lokal. Bayangkan saja tiap event tersebut ada ruang bagi para penjaja kuliner lokal untuk mencari laba. Belum lagi merchandise lokal yang punya kesempatan memperluas pangsa pasar. Bahkan ajang diatas bisa menjadi sarana promosi daerah apabila sudah berjalan reguler dan mampu naik ke level nasional maupun internasional. Setidaknya ada banyak manfaat yang bisa didapat apabila pemerintah daerah bisa memanfaatkan momentum ini. Sekarang bola ada di tangan pemerintah daerah, apakah hanya akan diam melewatkan momentum atau hanya duduk minum kopi melewatkan momentum emas ini.

Advertisements

Batik Kediri : Eksistensi Budaya dan Potensi Investasi Daerah

batik 3

Tanggal 2 oktober 2009 menjadi salah satu hari bersejarah bagi kebudayaan indonesia. Pada hari itu salah satu warisan luhur budaya indonesia diakui menjadi world heritage. Sejak saat itu batik menjadi trend bagi fashion seluruh antero negeri hingga mancanegara. Terjadi perubahan paradigma dimana batik yang dulu identik dengan pakaian orang tua dan kuno berubah 180 derajat menjadi pakaian yang digemari kawula muda. Semua bangga menggunakan batik.

Perubahan paradigma ini membawa implikasi luas. Tidak hanya pada industri tekstil yang mengeruk keuntungan akibat melonjaknya demand akan batik, tetapi juga mendorong tiap daerah memunculkan kekhasan daerahnya yang dituangkan dalam desain batik. Dulu mungkin orang hanya mengenal batik solo atau pekalongan. Tetapi kini dari ujung aceh hingga pedalaman papua memiliki desain batik dengan ciri daerah dan suku budaya setempat. Ada yang memamerkan hewan dan tumbuhan endemik, ada pula yang memasukkan senjata khas dalam desain batiknya.

Pun begitu dengan kota kediri. Kota ini juga memiliki batik khas yang identik dengan sejarah dan kebudayaannya. Garuda muka menjadi motif yang identik dengan kota kediri. Begitu juga semanggi dan teratai. Konon menurut bu ana salah satu perajin batik kota kediri, semanggi dan teratai merupakan tanaman yang banyak tumbuh di sungai brantas yang membelah kota kediri. Motif tahu dan getuk pisang yang merupakan makanan khas kota kediri, sekarang juga banyak dimanfaatkan sebagai salah satu motif batik. Tak hanya motif, proses produksi batik kota kediri juga memiliki ciri khas sendiri. Selain batik tulis dan cap yang juga dilakukan produsen lain dalam membatik, proses cabut dan juga jumput lazim dilakukan perajin merk wecono asri dalam menghasilkan batiknya. Menenun juga menjadi salah satu alternatif menghasilkan batik. Sentra industri batik bandar di kecamatan mojoroto semua menggunakan metode tenun ikat untuk menghasilkan berbagai kain dengan motif batik menarik.

batik 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Batik saat ini beranjak dari sebuah warisan budaya yang menunjukkan eksistensi kebudayaan menjelma menjadi sebuah produk unggulan yang menarik menjadi obyek investasi. Peningkatan demand karena efek dari beberapa kali menjadi obyek pameran di penjuru negeri dan himbauan dari pemerintah kota kediri untuk menggunakan batik khas kediri sebagai seragam pegawai dari rabu hingga jumat, harus direspon sebagai peluang investasi. Banyaknya inovasi para desainer fashion dalam memanfaatkan ornamen etnik pada hasil karyanya juga menjadi isu positif dalam pengembangan potensi berupa batik ini. Kota kediri sebagai kota tujuan investasi membuka ruang selebarnya bagi investor yang ingin memanfaatkan produk unggulan ini sebagai obyek investasi. Mari berinvestasi di kota kediri. Kota Kediri grows with your investment.

batik 4 batik 2

Kemilau Kaltim Nasional Expo 2014

Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsi Bidang Promosi dan Informasi Penanaman Modal, pada hari Rabu-Minggu, 12–16 November 2014, Badan Penanaman Modal Kota Kediri berpartisipasi dalam kegiatan pameran “Kemilau Kaltim Nasional Expo 2014”, bertempat di Stadion Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur.

Pameran Kemilau Kaltim Nasional Expo 2014 merupakan even nasional tahunan yang digelar oleh Provinsi Kalimantan Timur. Pameran ini memadukan festival seni dan budaya yang mampu menjadi magnet bagi wisatawan serta pameran perdagangan dan investasi yang bisa dimanfaatkan menjadi media promosi produk dan peluang investasi.

Dalam keikutsertaan pada Pameran Kemilau Kaltim Nasional Expo 2014, Badan Penanaman Modal Kota Kediri mengajak salah satu pelaku UMKM yaitu pengusaha manik-manik yang telah mengekspor produknya sampai ke Qatar dan bahkan digunakan sebagai aksesoris Putri Pariwisata Indonesia dalam ajang pemilihan Putri Pariwisata 2014. Selain itu Badan Penanaman Modal mencoba memperkenalkan produk unggulan dengan membawa hasil karya masyarakat Kota Kediri berupa makanan seperti stik tahu, kerupuk upil, dan sambel pecel. Ada juga kain tenun ikat bandar dan batik jumput. Ada lagi produk kesenian patung yang terbuat dari bahan resin yang dibuat oleh Pak Jamran.

Pada pameran ini juga ditunjukkan kepada pengunjung melalui berbagai leaflet, buku potensi investasi, maupun video bahwa Kota Kediri merupakan destinasi investasi yang menjanjikan.

IMG_4634 IMG_4625 IMG_4523 IMG_4474 IMG_4471 IMG_4467 DSC_8495 DSC_8457 IMG_4882 IMG_4774 IMG_4768 IMG_4753 IMG_4735 IMG_4732

Workshop Laporan Kegiatan Penanaman Modal dan Administrasi Kepabeanan

Hari kedua, Kamis, 9 Oktober 2014 Badan Penanaman Modal Kota Kediri melanjutkan acara Workshop Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan Administrasi Kepabeanan. Nara sumber berasal dari Kantor Bea Cukai Kota Kediri dan Badan Penanaman Modal Prov. Jatim. Sedangkan peserta berasal dari para pengusaha menengah besar.

Output dari kegiatan ini diharapkan para pengusaha dapat tertib administrasi melaporkan perkembangan kegiatan penanaman modal mereka. Data dari laporan ini akan digunakan sebagai salah satu indikator ekonomi daerah dan dasar pengambilan kebijakan. Selain itu, acara ini diharapkan memberikan informasi mengenai kepabeanan khususnya untuk menghadapi Asean Economic Community pada tahun 2015 dimana tidak ada lagi tariff barrier.

IMG_3546IMG_3566IMG_3617IMG_3600IMG_3618

Fasilitasi UMKM Dengan Pengusaha Besar

Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Kediri pada tanggal 8 Oktober 2014 bertempat di Hotel Lotus mengadakan acara fasilitasi UMKM dengan pengusaha besar. Acara fasilitasi kali ini fokus pada pengusaha makanan minuman. Tujuan dari kegiatan ini selain menyiapkan pengusaha kita menghadapi MEA, tapi juga meningkatkan standar kesehatan makanan di kota Kediri.

Para peserta mendapatkan transfer ilmu dari BPPOM, Disperindag Prov. Jatim, dan pengusaha ritel yang terdiri dari GOLDEN Swalayan dan Hypermart. BPPOM mengulas tentang standar kesehatan makanan minuman serta PIRT. Sedangkan Disperindag Prov. Jatim akan memberi wawasan bagaimana mengemas produk makanan dan minuman agar menarik dan marketable. Serta pengusaha retail menunjukkan jalan serta syarat teknis yang harus dipenuhi agar pengusaha UMKM makanan dan minuman dapat menembus pasar retail.

IMG_3419IMG_3441IMG_3502IMG_3500IMG_3523IMG_3530IMG_3507